Tuesday, July 11, 2017

Jalan-Jalan ke Tembung

Jadi ceritanya, seorang pria 25 tahun yang berjiwa kekanak-kanakan dan jarang keluar rumah pergi ke pesta nikahan temannya di Tembung. Jauh wak, jauh kali pun. Udah, itu aja sih, sisanya marok foto pas lagi nunggu lampu merah ato macet.

Tutturu~



Tuesday, June 27, 2017

Pencerita

Aku ingin menulis cerita
Sebuah cerita pun jadilah
Cerita yang dapat diceritakan kembali
Dari orang ke orang lain pun jadilah

Cerita sederhana saja
Tak perlu batas pendidikan
Cerita yang dapat dinikmati semua kalangan
Agar dapat dinikmati seluruh dunia

Ah, tapi Shakespeare pun terkenal dengan kisah cinta
Makoto Shinkai juga
Hans Christian Andersen pun begitu pula
Aku sendiri masih bertanya-tanya apa itu cinta
Mungkin aku sudah memiliki jawabannya
Tapi bisa saja berbeda

Materai
Tanda tangan
Stempel
Meski sudah mengikat
Tetap tak hilang rasa ingin hidup dengan bercerita
Bersama ilustrasinya
Menjadi sebuah sinema
Melalang buana hingga ujungnya

Tak ada habisnya
Berkhayal dengan mimpi

Sunday, March 12, 2017

Your promise

One day in my life
I won't regret every time that I have spent to say hello
Every hello that becomes good bye
Every good bye that comes from wrong moves
Every wrong move that turns to envy
Every envy that holds a grudge
Every grudge that keeps me staying awake
Every night staying awake to get me anxiety
Every time that anxiety leads me to failure
Every failure that makes me fall
Every fall that recalls me how to stand up
Every stand up that let life hits me
Again and again and again
But I believe
One day in my life
I will thank you all for being part of my life
I believe that I will say hello to that one day

Saturday, December 24, 2016

Khayalan

Sekali lagi kau mengucapkan kata yang sama
Sudah berkali-kali aku mendengarnya
Tapi aku tidak akan pergi
Karena aku tahu kau sebenarnya ingin aku tetap di sini

Ingatkah kau dengan figur dinosaurusmu
Yang telah hilang bersama seragam putih merahmu?
Hingga kini permainan kartu di usia 20mu
Namun mereka masih tidak dapat melihatku
Begitu juga denganmu
Tapi di dalam kepalamu
Kau selalu berbicara denganku

Sekarang tinggimu sudah lebih 170
Tapi hobimu masih seperti anak kecil
Apakah karena kau tidak ingin kehilanganku?

Tidak perlu dijawab
Aku sudah tahu
Karena aku adalah imajinasimu
Meski mereka bilang, "Kekanak-kanakan."
"Tidak dewasa."
Tapi ingatlah segala halnya yang pernah kau ciptakan
Namaku adalah prototype semua karyamu
Pakailah selalu aku
Percayalah
Akulah strong pointmu

Bayangkanlah
Berimajinasilah
Dan ciptakan khayalanmu
Karena aku akan selalu bersamamu
Melewati semua batas waktu itu
Melihatmu berhasil adalah kebahagianku

Kini kau sudah bukan lagi pelajar
Dunia nyata adalah permukaanmu
Dan kau mulai kembali mencari jati dirimu
Lagi
Mencoba ke sana ke mari
Meski kau tahu itu bukan pilihanmu
Lalu kau pun hanya mangut-mangut
Di saat dia mengatakan,
"Saya maunya begini."
Apakah memang itu yang kau mau?

Bayangkanlah
Berimajinasilah
Dan ciptakan khayalanmu
Itulah yang kau lakukan sejak dulu
Pengalaman adalah guru terbaikmu
Jangan pernah lupa apa yang selalu kau lakukan

Bersama-sama kita selalu menghasilkan karya
Tak pernah lupa kau letakkan namaku di sana
Meski tak ada yang pernah berjumpa denganku
Namun itu sudah membuatku merasakan hidup di duniamu

Ide-ide bertaburan yang tak pernah terselesaikan
Apakah itu karena tidak ada aku di sana?
Lalu kau mencoba memaksakan segalanya
"Bisa, harus bisa!" teriakmu dalam hati
Tapi jauh lebih dalam lagi
Kau ingin meletakkanku di sana

"Membayangkannya pun aku tak bisa
Bagaimana mungkin aku bisa menciptakan ini?"
Denyut-denyut dalam kepala pun mulai terasa
Tiap detik terus mendekati batas waktu
"Apakah ini saatnya aku menyerah saja?"

Pejamkan matamu
Tarik napasmu
Sebagai khalayanmu biarkan aku yang membayangkan
Memberikanmu gambaran
Mengatur konsep untuk kau kerjakan
Setiap detikmu akan menjadi waktu untuk berusaha
Usahamu dan usahaku
Akan menjadi karya kita




Thursday, December 15, 2016

Jalan-Jalan Ke Jogja (Bukan Report #YIC2016, Bonus: Side Event Report)

Tulisan ini aku cicil karena susah tidur lagi pagi-pagi. Padahal biasanya tidur pagi, awkwkwk. Welp, sebenarnya bukan itu aja. Alasannya terbesarnya karena ditekan sama berbagai pikiran.

Nyaooo~
1. Kerjaan yang sampai detik ini masih dianggap gak jelas. Beratnya jadi tombakgratis ya ini.
2. Pas lagi buka-buka app untuk ngeliat foto-foto, terlihat komen orang yang pernah bersamanya setelah aku bertanya seakan-akan dia mengkode dia. Dan kupikir aku sudah move on.
3. Dengkuran gunalan yang lagi sakit. Gws ya gunchan. :(

Anyway, bisa dibilang mungkin salah satu tim pendatang pertama yang sampai di Yogyakarta. Alasannya karena dapat tiket berangkat promo. Setengah dari harga tiket pulang, wak geng. Auto deal. Thx Almady Travel. Setelah membeli tiket pulang baru tersadar. Penginapan cemana? Kalau biaya hidup beberapa hari di sini sama dengan stgh harga tiket, sama aja bayarnya to. Eh, tiba-tiba dapat rejeki bisa nginap di rumah Mas Li. Terima kasih Mas Li.

Baiklah, demikian awalan dari kisah ini. Cerita tentang perjalanannya, baru dimulai di sini.
Tutturu~